Baru Dibangun, Proyek Drainase Milik UIN Raden Intan Telah Retak

Berita Utama Pemerintahan

Bandar Lampung – Pembangunan drainase di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung diduga asal jadi. Diduga, selaku Satuan Kerja (Satker) UIN Raden Intan telah mempekerjakan rekanan yang tidak professional. Hal ini dibuktikan dengan buruknya kualitas pekerjaan, dimana proyek yang dibangun pada 2020 ini telah retak dan mulai hancur.

Seorang sumber yang namanya minta dirahasiakan menjelaskan, proyek yang terkesan mengabaikan kualitas pekerjaan tersebut dikerjakan oleh rekanan dengan inisial Drsno. “Kontraktornya Pak Drsno, diketahui beliau selama ini memang kerap mengerjakan proyek-proyek milik UIN Raden Intan, mulai dari gedung, drainase hingga embung. Pak Drsno memiliki kedekatan emosional dengan pejabat teras di UIN Raden Intan,” jelas sumber tersebut seraya mewanti-wanti Namanya tidak ditulis.

Proyek Milik UIN Raden Intan Lampung, Baru Dibangun di 2020 Sudah Retak dan Mulai Hancur.

Berdasarkan investigasi lapangan, proyek yang terletak tepat di belakang Gedung rektorat tersebut juga tidak memasang plang nama. Terkesan sekali rekanan proyek tersebut ingin menyembunyikan progress kegiatan dari publik untuk diawasi.

Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Sukarame Frans menyayangkan atas pembiaran yang dilakukan oleh Satker yang dalam hal ini UIN Raden Intan. Frans menilai, telah terjadi kong kalikong antara satker dan rekanan, akibatnya kualitas pekerjaan buruk dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami sangat menyayangkan, sebab seharusnya pihak UIN Raden Intan harus mengawasi dengan ketat setiap pekerjaan yang ada di wilayah tersebut. PPK harus tegas, jika masih dalam pemeliharaan rekanan wajib memperbaiki pekerjaan tersebut,” tegas Frans.

Frans melanjutkan, terkait hal ini aparat penegak hukum harus turun tangan dan mengawasi seluruh proyek-proyek dibawah penanganan UIN Raden Intan. Sebab selama ini tersiar kabar bahwa proyek-proyek di UIN Raden Intan diduga dikerjakan oleh orang-orang dekat Rektor. “Saya hanya menduga, sepertinya proyek-proyek di sana semuanya sudah dikondisikan, dan dikerjakan secara ugal-ugalan oleh rekanan yang sudah ditunjuk oleh Rektor dan konco-konconya. Akibatnya, kualitas pekerjaan tidak maksimal, dan terkesan asal jadi,” tutup frans. (man)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of