Kongres III Aspeknas Lampung Sengit, Mampukah 3 Kandidat Muda Gusur Aprozi Alam?

Berita Utama Pemerintahan

Bandar Lampung – KONGRES ke III DPD Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (Aspeknas) Provinsi Lampung diprediksi bakal berlangsung sengit, Senin (18/3). Pasalnya terdapat empat kandidat ketua yang digadang-gadang akan berkompetisi pada ajang pemilihan ketua DPD yang akan dihelat di Hotel Emersia itu.

Ketua Steering Committee (SC) Kongres ke III Aspeknas Lampung Taufik Bastari mengungkapkan hingga Jumat (15/3) terdapat empat kandidat yang digadang-gadang akan maju mencalonkan diri. Mereka akan memperebutkan 15 suara dai 15 DPC kabupaten/kota.

Petahana Aprozi Alam memiliki tiga pesaing kuat yakni Rachmad Mirzani Djausal, Meliawati (Meli Jotun), dan Pandu Kesemua Dewangsa. “Apabila ketiganya bersatu bisa menjadi kekuatan besar yang dapat menyaingi ketua periode sebelumnya Aprozi Alam,” ungkapnya usai rapat persiapan Kongres di kantor DPD Aspeknas Lampung, kemarin.

Turut mendampingi, Ketua Organizing Committee Kongres ke III Aspeknas Lampung Mahrizal Sinaga, Bendahara OC Meliawati (Meli Jotun), dan Even Organizer Kongres Ajeng Tribuana.

Terkait pelaksanaan, Ketua OC Mahrizal Sinaga menerangkan Kongres ke III akan berlangsung Senin (18/3) sekitar pukul 09.00 di Hotel Emersia. Agenda itu akan dihadiri Aspeknas 15 kabupaten/kota se Lampung. “Insya Allah Gubernur Lampung akan membuka. Hadir juga Ketua Umum DPP Aspeknas Pusat Zainal Arifin beserta rombongan, seluruh perwakilan asosiasi dan Forkopimda,” terang Mahrizal.

Sementara Ketua DPD Aspeknas Lampung Aprozi Alam menegaskan kesiapannya untuk maju kembali pada Kongres ke III Senin mendatang. Menurutnya, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diperjuangkannya untuk sekitar 700 kontraktor yang tergabung dalam Aspeknas Lampung.

“Saya melihat insfrastruktur di Lampung belum maksimal. Maka saya memiliki tanggungjawab moral terjadap pelaku jasa konstruksi di Lampung, supaya menjadi kontraktor profesional,” ujarnya.

Apabila kembali dipercaya, Aprozi juga berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah agar mengutamakan pelaku usaha konstruksi kecil. “Pemda selama ini hanya terfokus ke jalan. Padahal ada jaringan pengairan premier sekunder yang memerlukan pembangunan dan lebih dibutuhkan masyarakat kecil di perkampungan,” ungkap Ozi, sapaan akrabnya. (Lan/red)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of