Langgar UU K3, Proyek Rehab Mahan Agung Diduga Dikerjakan Rekanan “Kaleng-Kaleng”

Berita Utama Pemerintahan

Lampung – Tak becus. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan ketidakprofesionalan PT. Satria Karya Tinata pemenang tender 8,6 Miliar yang mengerjakan pembangunan Rehabilitasi Gedung Mahan Agung. Pasalnya, disinyalir PT. Satria Karya Tinata mengangkangi Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pembangunan gedung yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung, Tahun Anggaran (TA) 2020 tersebut, beberapa pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Diantaranya, helm keselamatan, sepatu keselamatan, rompi keselamatan dan sarana lainnya guna melindungi semua pekerja agar terhindar dari kecelakaan akibat kelalaian atau kesalahan prosedur kerja. Mirisnya lagi, terlihat beberapa pekerja ada yang tidak menggunakan alas kaki yang pastinya sangat membahayakan.

Salah seorang pekerja di lokasi pembangunan gedung yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, PT. Satria Karya Tinata tidak pernah mempasilitasi APD kepada para pekerjanya. “Ga dikasih mas, (Alat Pelindung Kerja),” ujar seorang pekerja.

Terkait hal ini, Ketua Lembaga Monitoring Pembangunan Indonesia (LMPI) Sofian Akhmad menyayangkan  sikap PT. Satria Karya Tinata yang tidak memberikan para pekerja Alat Pelindung Diri. “Indonesia ini negara hukum mas. Apalagi Kesehatan dan Keselamatan Kerja tersebut sangat wajib digunakan untuk melindungi para pekerja. Selain itu, K3 pun sudah diatur dalam Undang – undang. Jadi ya harus patuh dong,” kata Sofian Akhmad, Senin (30/8).

Sofian Akhmad mendorong Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPTK) untuk memberhentikan kegiatan pembangunan gedung Mahan Agung yang teletak di Jalan Dokter Susilo, Kota Bandar Lampung tersebut “PPK harus berani. Sebab baik dan buruknya suatu pekerjaan amat tergantung pada pengawasan yang dilakukan oleh PPK dan PPTK,” tutupnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, pejabat Pembuat Komitmen dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya provinsi Lampung, Dhanny Yuristiawan belum bisa dihubungi. Didatangi kekantornya Dhanny pun sedang tidak ada. Hal itu, terkesan menghindari konfirmasi awak media.

Sebelumnya diberitakan, dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pengerjaan proyek – proyek di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung, mulai muncul kepermukaan. Hal ini dapat dilihat dari proyek pengerjaan Rehabilitasi Mahan Agung senilai 8,6 Miliar itu. Dimana, rekananan yang mengerjakan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran (TA) 2020 ini, diduga dikerjakan oleh sahabat karib Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, yang berinisial AL.

Diketahui, AL merupakan seorang pengusaha ternama dibidang cafe dan restoran yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Bandar Lampung. Diduga kuat, AL memenangkankan banyak proyek -proyek dengan nilai fantastis di dinas – dinas Provinsi Lampung. Diantaranya Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi.

Berdasarkan hasil pantauan awak media di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung, Proyek Rehabilatasi Mahan Agung senilai 8.6 Miliyar ini, diikuti oleh 25 Perusahaan. Tender tersebut dimenangkan oleh PT. Satria Karya Tinata dengan nilai penawaran 8.225.163.230, 73 Rupiah.

Seorang sumber terpercaya biinar.com yang berlatar belakang pengusaha kontruksi mengatakan, paket-paket di Dinas Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung 99 persen sudah terkondisi. Bahkan sebelum dilakukan proses lelang di Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Lampung, paket-paket tersebut sudah bertuan.

“Orang deket gubernur semua yang menang tender di Dinas itu mas. Lelang melalui LPSE hanya formalitas belaka. Sebelum dilaksanakan lelang pengantinnya sudah ditentukan. Pengkondisian semua itu,” jelasnya sembari mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan.

Hingga berita ini diterbitkan, AL belum bisa dikonfirmasi. Kami hubungi melalui pesan WhatsApp AL tidak membalas. (lan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of