Ridho: Jangan Larut dalam Duka Tsunami, Wisata Lampung Harus Bangkit

Berita Utama Pemerintahan

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meminta semua pihak tidak larut dalam duka meski Sang Bumi Ruwa Jurai mengalami bencana alam Tsunami. Provinsi Lampung harus tetap bangkit karena mempunyai banyak pilihan destinasi wisata yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Budiharjo saat menggelar konferensi pers pemulihan pariwisata pasca-tsunami Selat Sunda bagi Provinsi Lampung Lampung, yang dilaksanakan di Hotel Bukit Randu, Senin (7/1/2018).
Menurut Budiharjo, bukan hanya wisata pantai Pahawang dan Krakatau yang dimiliki Lampung tetapi juga destinasi wisata alam lainnya seperti Way Kambas, Pugung Raharjo, Suoh, Lembah Hijau, dan destinasi alam seperti pegunungan hutan dan air terjun serta masih banyak lainnya.

“Pemerintah Provinsi Lampung berharap media bisa bekerjasama memberitakan tentang Lampung sebaik-baiknya, tentu saja tanpa berbohong dengan apa yang sedang terjadi. Unsur amenitas, atraksi, dan aksesbilitas memang terganggu di area terdampak. Tapi perlu kita ingat, Lampung itu luas. Lampung punya banyak potensi wisata,” ujar Budiharjo.

Budiharjo menjelaskan pentahelix pendukung pariwisata atau lima unsur yang harus kompak, saling support untuk membangun iklim pariwisata yang kondusif. Yaitu ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Di bidang Community atau komunitas, Lampung memiliki Genpi, mitranya pemerintah dalam urusan pariwisata.

“Pariwisata sendiri sangat perlu bagi Media. Tanpa media pariwisata tidak bisa jalan. Namun ada hal yang perlu kita atasi, yaitu memulihkan trauma wisatawan. Sehingga yang tadinya batal bisa merencanakan lagi untuk datang, yang belum tahu bisa tahu sehingga mau datang,” ujar Budiharjo.

Budiharjo meminta media terus memberitakan pariwisata sesuai fakta saat ini pasca bencana. Jika Media memberitakan hal yang tidak baik, akan berpengaruh ke pariwisata. “Padahal pariwisata punya multiplier effect yang cukup tinggi. Untuk itu perlu galakkan jurnalisme ramah pariwisata. Pariwisata juga rentan hoax,” ujarnya.

Adapun strategi pemulihan pasca bencana yaitu menata sarana dan prasarana destinasi wisata yang terkena dampak tsunami, termasuk penyediaan amenitas pariwisata. Melakukan sosialisasi sadar wisata, sapta pesona, dan mitigasi bencana kepada masyarakat sekitar destinasi yang rawan bencana serta Mengoptimalkan destinasi wisata lainnya. (rls/red)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of