Demokrasi dan Keinginan Rakyat

Berita Utama Politik

Oleh

Ahmad Sahlan, SPd/Pegiat Demokrasi

Demokrasi yang dicita – citakan seluruh rakyat, bangsa dan negara Republik indonesia menuju masyarakat indonesia yang sejahtera dan merdeka di segala bidang lini kehidupan seperti tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dan cita – cita para pendiri bangsa masih jauh dari harapan. Dalam perjuangan bangsa sekarang ini Demokrasi menjadi tumpuan untuk memilih para pemimpin bangsa belum juga menemukan cara untuk memilih pemimpin yang terbaik berdasarkan kapasitas, kapabilitas dan pemimpin yang mengerti keinginan rakyatnya.

Pada tahun 2019 baru di gelar Pemilihan Umum serentak digelar baik memilih wakil di DPR, DPD, DRPD Provisnsi sampai ke tingkat Kabupaten Kota dan juga memilih Presiden dan wakil Presiden secara Langsung. Dalam perjalananya pastilah kita sebagai bangsa yang besar harus belajar dari segala kekurangan yang terjadi. Pemilihan umum serentak yang pertama ini banyak menimbulkan permasalahan – permasalahan baru, walaupun secara kontentasi politik anggaran negara jauh lebih effiensi di banding pemilu – pemilu sebelumnya.

Hingar bingar pesta demokrasi telah usai tetapi banyak pelajaran yang bisa kita ambil, nafsu syhawat keinginan untuk berkuasa semakin terlihat maraknya poltik uang  yang lebih meningkat dari pemilu sebelumnya khusus untuk pemilihan anggota legislatif, Bak sebagai raja money politics atau yang biasa kita sebut politik uang menjadi jaminan tertinggi untuk memenangkan kontestasi politik sekarang secara keseluruhan.  Partai Politik sebagai corong utama pengkaderan calon pemimpin bangsa juga menghalakan segala cara,  manuver para elit untuk memenangkan kontestasi dengan memanfaatkan popularitas para calegnya baik dari pusat maupun didaerah tapi tidak berbanding lurus akan kapibilatas caleg tersebut.

Keadaan semakin semarak ketika pemilu digabungkan dengan pemilihan presiden, pertarungan yang begitu kuat mengakibatkan masyarakat terbelah apalagi dibumbui oleh Hoax dan penggalan media sosial sehingga menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat. Namun sebagai bangsa kita wajib bersyukur demorakrasi yang dijalan melalui Pemilu serentak 2019 berjalan dengan aman walaupun banyak terjadi kekurangan, Apalagi menimbulkan korban nyawa bagi para petugas pemilu di TPS.

Sebenarnya masyarakat menginginkan Pemimpin yang dihasilkan oleh produk Demokrasi  yaitu Pemilu adalah pemimpin yang mengerti keinginan rakyatnya.

Masyarakat biasa pada umunya hanya menginkan kehidupan yang lebih baik, harga bahan pokok yang cukup  dan bergizi, biaya kesehatan yang murah, pendidikan yang terjangkau, dan lapangan pekerjaan yang tersedia, serta penghasilan yang meningkat. Sehebat apapun proses pemilu, tanpa menghasilkan pemimpin yang mengerti keinginan rakyatnya, sangatlah tidak bermanfaat. Masyarakat sudah jenuh menyimak manuver para elit yang hanya mementingkan keinginan pribadi, atau golongan saja. Pada akhirnya rakyat kecilah yang menerima dampak baik dan buruknya para pemimpin bangsa kedepan. Semoga demokrasi indonesia menjadi lebih bermakna apabila segala yang didinginkan seluruh rakyat indonesia bisa terwujud untuk memajukan dan membahagiakan kita semua dan bangga sebagai bangsa Indonesi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of