Latar Belakang Buruk, Hasil Survei LeSla diduga “Abal-Abal”

Bandar Lampung – Hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Lampung (LeSla) terkait Pilgub Lampung yang menempatkan pasangan Herman HN-Sutono di urutan teratas diduga tak valid. Pasalnya lembaga survei ini pernah mempublikasikan hasil survei yang tak tepat, alias salah. Yakni hitung cepat di Pilkada Lampung Utara tahun 2013.

Sekedar mengingatkan, pada Pilkada Lampung Utara lembaga survei dibawah kendali Ahmad Yulden Erwin ini dalam hitung cepatnya memenangkan Zainal Abidin. Padahal kenyataannya pemenang Pilkada Lampung Utara adalah Agung Ilmu Mangkunegara.

Saat itu, karena mengeluarkan hasil hitung cepat yang dinilai “abal-abal”, sejumlah akademisi Universitas Lampung memperotes kinerja LeSla tersebut. Sebab membawa-bawa nama baik Universitas Lampung.

Tak berbeda dari sebelumnya, karena track record LeSla kurang baik maka hasil surveinya kali ini pun menuai kritik dari masyarakat. Juru Bicara Marhen Menggugat Asyono mengatakan, LeSla pernah memiliki pengalaman buruk di masa lalu. Jadi kami tidak percaya dengan hasil survei yang mereka publikasikan.

“Menurut saya survei mereka hanya untuk menggiring opini, seakan-akan pasangan Herman HN-Sutono memiliki suara tertinggi. Kami tidak percaya dengan LeSla, buktinya di Pilkada Lampura mereka melakukan kesalahan yang sangat fatal,” ujarnya.

Selain itu, sambung Asyono, kejanggalan hasil survei LeSla ini nampak pada jumlah responden yang berbeda-beda, padahal jumlah mata pilih dan sebarannya sama. “Coba diteliti, jumlah respondennya berbeda-beda yakni 2270, 2280, 6840 padahal jumlah pemilih dan penduduk sama. Jadi, secara prinsip hasil survei LeSla meragukan,” tuntasnya. (*/lan)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments