Tak Tahan Dipimpin Politisi Karbitan, Kader Senior Golkar Mundur

Juli 7, 2018 | [post-views]
9496f6ad-093a-4264-832d-3cf623d252fc

Bandar Lampung – Politik uang yang diduga dilakukan Arinal-Nunik di Pilgub Lampung 2018 memakan korban. Politisi senior Partai Golkar Berlian Mansur mundur dari kepengurusan partai berlambang beringin tersebut. Menurut Berlian Mansur, ada langkah-langkah politik yang bertentangan dengan hati nuraninya yang diambil oleh Arinal Djunaidi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, terlebih saat pelaksanaan Pilgub Lampung.

“Saya tegaskan, saya mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Polkar. Alasannya jelas, banyak hal-hal yang bertentangan dengan hati nurani saya. Misalnya yang saat ini tengah gaduh dibahas di DPRD Provinsi Lampung, yakni dugaan tindak pidana politik uang di Pilgub Lampung,” tegasnya.

Berlian Mansur melanjutkan, selama 30 tahun mengabdi di Partai Golkar dan 3 periode menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung, baru kali ini ia merasakan carut-marutnya kepengurusan di Partai Golkar Provinsi Lampung. Bukan tanpa alasan, menurut Berlian Mansur ini disebabkan oleh minimnya pengalaman Arinal Djunaidi di bidang politik.

“Seorang pimpinan partai harus pandai memilah masalah dan mesti flaksible. Bukan sekehendak pribadi, partai politik bukan lah birokrasi yang bisa sekehendak sendiri. Pemimpin partai yang baik, harus bisa mendengarkan aspirasi dari mana saja, ini yang membuat saya kecewa, bahkan dengan cara-cara pilgub yang seperti ini tentu hati nurani saya tidak menerima, sampai ada pansus kan di DPRD provinsi Lampung, kalau begini terus mau di bawa kemana negara ini,” jelasnya.

Kemudian, imbuh Berlian Mansur, yang membuat dirinya menaruh kekecewan mendalam pada Arinal Djunaidi adalah sikap Arinal yang tidak menghargai kinerjanya selama 30 tahun mengabdi di Partai Golkar. Arinal Djunaidi tidak mencalonkan dirinya untuk kembali maju sebagai wakil rakyat.

“Di bawah pimpinan Arinal ini, Golkar semau gw aja, pasti selalu dia bilang, tau apa kamu, saya ini lebih tau. Begitukah seorang pemimpin, makanya langkah saya mundur dari pengurus Golkar, jabatan saya adalah Kooordinator pemenangan wilayah 1 kota Bandar Lampung. Jadi saya nunggu apa langkah dari DPD Golkar Lampung. Kalau memang mereka akan melakukan PAW saya terima dan tunggu langkah berikutnya,”tandasnya. (jal/lan)

Posted in ,
Tags in