Charta Politika Indonesia: Ridho-Bakhtiar “di Atas Angin”

Maret 20, 2018 | [post-views]
0k

Bandar Lampung (Biinar.com) — Masyarakat Lampung lebih mengenal slogan pasangan calon gubernur Lampung Ridho- Bachtiar “Lanjutkan, Ridho Berbakti” dibanding slogan pasangan calon gubernur lain.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil survey Charta Politika Indonesia yang dilansir di Hotel Horison, Selasa (20/3), disebutkan 81,8% masyarakat Lampung mengenal slogan petahana tersebut.

Sedangkan slogan lain “Terbukti Bekerja Mensejahterakan Rakyat” yang dimiliki Herman HN-Sutono memeroleh persentase 59,3%. Lalu, Slogan “Rakyat Lampung Berjaya” dari Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim (56,1%) dan “Rakyat Lampung Pasti Kece” (69,1%).

Selain lebih dikenal di slogan, Pasangan Ridho-Bachtiar juga memiliki elektabilitas tertinggi sebagai pasangan calon dibanding pasangan calon lain. Survey Charta Politika membuktikan 35,1% masyarakat akan memilih Ridho-Bachtiar sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Sementara Herman HN -Sutono (26.3%), Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim (13.1%) dan Mustafa -Ahmad Jajuli (11.3%) sebagai pasangan yang dipilih oleh masyarakat Lampung. Sebanyak 14.2% menyatakan Tidak Tahu atau tidak menjawab.

Laporan hasil survey ini dilakukan Charta Politika dari tanggal 6 – 11 Maret 2018, melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview) terhadap 800 orang masyarakat dewasa dan terdaftar sebagai pemilih di Pilkada Gubernur Lampung. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Adapun metode survey, sampel dipilih secara acak (probability sampling) denganmenggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlahsampel dengan jumlah penduduk di setiap Kabupaten. Jumlah sampel sebanyak 800 responden, dengan margin of error + 3.46% pada tingkat kepercayaan 95%.

Survey ini memiliki unit sampling primer survei (PSU) desa/kelurahan dengan jumlah sampel masing-masing 10 orang di 80 desa/kelurahan yang tersebar diProvinsi Lampung. Quality control dilakukan terhadap hasil wawancara, yang dipilih secara random sebesar 20% dari total sampel. Dalam quality control tidak ditemukan adanya kesalahan berarti. (Tim/red)

 

Posted in
Tags in